Optimasi Alat Perekam Suara untuk Menghafal Al Qur’an

Optimasi Alat Perekam Suara untuk Menghafal Al Qur’an


Kami akan mengetengahkan untuk anda suatu metode untuk menghafal Al Qur’an bagi anak-anak dengan memanfaatkan alat perekam suara, bisa dengan kaset recorder maupun gadget yang memiliki fitur perekam suara.
Metode ini sangat bagus dan telah terbukti efektif. Syaikh Al Hafizh Al Jami' Syaikh Sayyid Lasyin Abul Farah *), sukses menjadikan anaknya hafal Al Qur’an secara sempurna ketika anaknya berusia sembilan tahun dengan menggunakan metode ini. demikian pula putri bungsunya yang juga hafal al Qur’an dengan cara ini.
Bagaimana…?, sudah tidak sabar pengen tahu metodenya ya....., simak ya...


Metode Menghafal Al Qur’an dengan Alat Perekam Suara.
1. Siapkan alat perekam suara dan kaset yang masih kosong atau dengan gadget yang memiliki fitur perekam suara. Panggil putra atau putri Anda yang telah berusia empat tahun atau lebih.
2. Pilih surat-surat pendek terlebih dahulu, seperti surat Al Muawwidzatain.
3. Bacalah ayat pertama dengan suara Anda secara perlahan, kemudian perintahkan anak Anda mengulangi bacaan ayat tersebut setelah anda selesai membaca. sementara itu, alat perekam suara merekam suara Anda kemudian suara anak Anda.
4. kemudian katakan kepada anak Anda: "Inilah pelajaranmu hari ini." setelah itu , ajari anak Anda cara menggunakan alat perekam suara tersebut, dan berikanlah alat perekam suara atau gadget tersebut kepadanya. Katakan padanya:" Dengarkanlah kaset/gadget ini baik-baik dan hafalkanlah. Ayah akan mengujimu sore nanti."
5. Jika anda tidak mampu merekam setiap harinya, boleh juga anda merekam surat-surat tertentu untuk pelajaran satu pekan. kemudian, pada akhir pekan Anda dapat menguji hafalan surat-surat anak Anda seluruhnya.


Kelebihan Menggunakan Metode Ini.
1.    Disukai oleh anak kecil. Karena pada usia tersebut anak suka sekali mendengarkan suaranya sendiri.
2.    Anak tersugesti dengan metode ini, sehingga anda akan mendapatinya begitu semangat dalam melakukannya.
3.    Anak Anda akan mendengarkan bacaan ayat-ayat tersebut dua kali. Sekali dengan suara ayahnya, dan sekali dengan suaranya sendiri. dengan demikian, ia dapat segera menghafalnya tanpa ada kesulitan in sya Allah.
4.    Anak menjadi terbiasa hidup mandiri, sebab ia mengandalkan dirinya sendiri dalam menghidupkan alat perekam, serta dalam menjaga kaset rekaman khusus miliknya.
5.    Anak-anak dapat mengetahui kekeliruan-kekeliruan pada bacaannya dengan jalan membandingkan bacaannya dengan bacaan ayahnya.
Namun tentu saja, ayah yang di maksud disini adalah seorang ayah yang hafalan Al Qur'annya sempurna. jika tidak, seorang guru yang mengajarkan Al Qur’an dapat menggantikan posisi sang ayah.
Demikian optimasi dalam menggunakan alat perekam suara untuk menghafalkan Al Qur’an, semoga bermanfaat.
Selamat Mempraktekkan…

 

*) Beliau adalah seorang guru mulia, hafal Al Qur’an dan mengusai Qira-at Sab’ah. Menimba ilmu disalah satu Lembaga Pendidikan Ilmu Qira-at di Mesir. Membacakan qira-at tersebut dihadapan syaikh ‘Atha Sulaiman Rizq, dan membacakan qira-at ‘Asyrah dengan metode Ath-Thayyibah di hadapan Syaikh Abdul Fattah Al Qadhi. Hinga sekarang, beliau masih mengajarkan Qira-at Sab’ah di Madrasah Tahfizhul Qur’an, di Madinah al Munawwarah. Banyak penuntut ilmu membacakan al Qur’an kepadanya. Semoga Allah menjaganya.


Daftar Pustaka.
Kaifa Tahfizhul Qur’an, Dr. Yahya bin ‘Abdurrazzaq al-Ghautsani, Pustaka Imam Syafi’I, Jakarta, 2010

banner-2
Betting site http://pbetting.co.uk more info for Paddy Power Offers